Kamis, 14 Mei 2009
Kisah kakak dan adik
Dia mengangkat tongkat bambu itu tinggi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, “Ayah, aku yang melakukannya!”
Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus-menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas.
Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, “Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal
memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!” Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, “Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi.”
Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.
Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus.
Saya mendengarnya memberengut, “Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik… hasil yang begitu baik…” Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, “Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?” Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, “Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku. ” Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. “Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!” Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, “Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini.”
Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas.Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: “Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimimu uang.” Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20. Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai
ke tahun ketiga (di universitas).
Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, “Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana! “Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, “Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?” Dia menjawab, tersenyum, “Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?” Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, “Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga!
Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu…” Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, “Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu.” Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.
Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. “Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!”
Tetapi katanya, sambil tersenyum, “Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu..”
Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan
sedikit saleb pada lukanya dan mebalut lukanya. “Apakah itu sakit?” Aku menanyakannya. “Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan…” Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku.
Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.
Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, “Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini.” Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut.
Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi. Suatu hari, adikku di atas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, “Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?”
Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. “Pikirkan kakak ipar–ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?” Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah, “Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!”
“Mengapa membicarakan masa lalu?” Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29. Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, “Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?” Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, “Kakakku.”
Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. “Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sendoknya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya.”
Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, “Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku.” Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.
Bisakah kita memiliki jiwa besar seperti si adik yang seperti dalam cerita, … tapi bagaimanapun, yang namanya Saudara patut kita jaga dan kita hormati, apakah itu seorang adik atau seorang kakak. Karena apa arti hidup kalau tidak bisa membahagiakan sodara dan keluarga kita
Minggu, 03 Mei 2009
Rabu, 29 April 2009
Salty Coffee
Laki-laki itu datang ke sebuah pesta. Meskipun penampilannya tidak jauh berbeda dengan penampilan laki-laki lain yang datang, namun kelihatannya tidak seorangpun yang tertarik padanya. Ia lalu memperhatikan seorang gadis yang dari tadi dikelilingi banyak orang. Di akhir pesta itu, ia memberanikan diri mengundang gadis itu untuk menemaninya minum kopi. Karena kelihatannya laki-laki itu menunjukkan sikap yang sopan, gadis itupun memenuhi undangannya. Mereka berdua kini duduk di sebuah warung kopi. Begitu gugupnya laki-laki itu hingga ia tidak tahu bagaimaan harus memulai sebuah percakapan.
Tiba-tiba ia berkata kepada pelayan, “Dapatkah engkau memberiku sedikit garam untuk kopiku?”
Setiap orang yang ada di sekitar mereka memandang lelaki itu keheranan. Wajahnya memerah seketika, tetapi ia tetap memasukkan garam itu ke dalam kopinya lalu kemudian meminumnya. Penuh rasa ingin tahu, gadis yang duduk di depannya bertanya, “Bagaimana kau bisa mempunyai hobi yang aneh ini?”
Laki-laki itupun menjawab, “Ketika aku masih kecil, aku hidup di dekat laut, aku suka bermain-main di laut. Jadi aku tahu rasanya air laut, asin seperti rasa kopi asin ini. Sekarang, setiap kali aku meminum kopi asin ini, aku terkenang akan masa kecilku, tentang kampung halamanku, aku sangat merindukan kampung halamanku, aku merindukan orang tuaku yang tetap hidup di sana .” Ia mengatakan itu sambil berurai air mata, kelihatannya ia sangat tersentuh.
Gadis itu berpikir, “Apa yang diceritakan oleh laki-laki tersebut adalah ungkapan isi hatinya yang terdalam. Orang yang mau menceritakan tentang kerinduannya akan rumahnya adalah orang yang setia, peduli dengan rumah dan bertanggung jawab terhadap seisi rumahnya”. Maka gadis itupun mulai bercerita tentang kampung halamannya yang jauh, masa kecilnya dan keluarganya.
Merekapun berpacaran. Gadis itu menemukan semua yang dia inginkan di dalam diri laki-laki tersebut. Laki-laki itu begitu toleransi, baik hati, hangat dan penuh perhatian. Ia adalah laki-laki yang sangat baik, sehingga ia selalu merindukannya. Singkat cerita, merekapun menikah dan hidup bahagia. Setiap kali, ia selalu membuatkan kopi asin bagi suaminya karena ia tahu suaminya sangat menyukai kopi asin.
Sesudah empat puluh tahun menikah, meninggallah suaminya. Ia meninggalkan surat kepada istrinya,
“Sayangku, maafkan aku, maafkan kebohonganku selama aku hidup. Inilah satu-satunya kebohonganku padamu, yaitu tentang “kopi asin”. Ingatkah engkau pertama kali kita bertemu dan berpacaran? Saat itu aku begitu gugup untuk memulai percakapan kita.. Karena kegugupanku, aku akhirnya meminta garam padahal yang aku maksudkan adalah gula. Selama hidupku banyak kali aku mencoba untuk mengatakan kepadamu hal yang sebenarnya, sebagaimana aku telah berjanji bahwa aku tidak akan pernah berbohong kepadamu untuk apapun juga. Tetapi aku tidak sanggup mengatakannya. Kini aku sudah mati, aku tidak takut lagi, maka aku memutuskan untuk mengatakan kebenaran ini kepadamu bahwa aku tidak suka kopi asin. Rasanya aneh dan tidak enak. Selama hidupku aku baru meminum kopi asin sejak aku mengenalmu. Meski begitu, aku tidak pernah menyesal untuk apapun yang aku lakukan untukmu. Memiliki engkau merupakan kebahagiaan terbesar yang pernah aku miliki selama hidupku. Jika aku dapat hidup untuk kedua kalinya, aku tetap ingin mengenalmu dan memilikimu selamanya, meskipun aku harus meminum kopi asin lagi”.
Air mata wanita itu membasahi surat yang dibacanya. Suatu hari seseorang bertanya kepadanya, “Bagaimana rasanya kopi asin itu?” “Sangat enak”, jawabnya.
Kita selalu berpikir bahwa kita sudah mengenal pasangan kita lebih dari orang lain mengenal mereka. Tetapi mungkin saja ada hal-hal tertentu yang tidak kita ketahui di mana pasangan kita telah rela meminum “kopi asin” (salty coffee) dengan membuang ego, kesombongan, kesenangan dan hobinya untuk menjaga keharmonisan hubungan kita dengannya. Ya, begitulah caranya mengasihi dan mencintai. Bukan menuntut, tetapi berkorban.
Membuang kebencian dan mengasihi lebih lagi, menyebabkan rasa garam lebih enak daripada rasa gula.
Kebahagian
Seorang lelaki berumur 92 tahun yang mempunyai selera tinggi,percaya diri, dan bangga akan dirinya sendiri, yang selalu berpakaian rapi setiap hari sejak jam 8 pagi, dengan rambutnya yang teratur rapi meskipun dia buta,masuk ke panti jompo hari ini.
Istrinya yang berumur 70 tahun baru-baru ini meninggal, sehingga dia harus masuk ke panti jompo. Setelah menunggu dengan sabar selama beberapa jam di lobi, Dia tersenyum manis ketika diberi tahu bahwa kamarnya telah siap.
Ketika dia berjalan mengikuti penunjuk jalan ke elevator, aku menggambarkan keadaan kamarnya yang kecil, termasuk gorden yang ada di jendela kamarnya. Saya menyukainya, katanya dengan antusias seperti seorang anak kecil berumur 8 tahun yang baru saja mendapatkan seekor anjing.
Pak, Anda belum melihat kamarnya, tahan dulu perkataan tersebut. Hal itu tidak ada hubungannya, dia menjawab. Kebahagiaan adalah sesuatu yang kamu putuskan di awal. Apakah aku akan menyukai kamarku atau tidak, tidak tergantung dari bagaimana perabotannya diatur tapi bagaimana aku mengatur pikiranku.
Aku sudah memutuskan menyukainya. Itu adalah keputusan yang kubuat setiap pagi ketika aku bangun tidur. Aku punya sebuah pilihan; aku bisa menghabiskan waktu di tempat tidur menceritakan kesulitan-kesulitan yang terjadi padaku karena ada bagian tubuhnya yang tidak bisa berfungsi lagi, atau turun dari tempat tidur dan berterima kasih atas bagian-bagian yang masih berfungsi.
Setiap hari adalah hadiah, dan selama mataku terbuka, aku akan memusatkan perhatian pada hari yang baru dan semua kenangan indah dan bahagia yang pernah kualami dan kusimpan. Hanya untuk kali ini dalam hidupku. Umur yang sudah tua adalah seperti simpanan dibank.
Kita akan mengambil dari yang telah kita simpan. Jadi, nasehatku padamu adalah untuk menyimpan sebanyak-banyaknya kebahagiaan di bank kenangan kita. Terima kasih padamu yang telah mengisi bank kenanganku.
Aku sedang menyimpannya.
CInta Sejati itu sungguh ada!
Banyak orang meragukan bahwa True Love itu ada seiring dengan makin parahnya jaman ini. Sebenarnya kisah-kisah True Love memang ada, hanya saja memang jarang ditemui sedari dulu. Berikut ini kisah nyata mengenai True Love yang didapat dari artikel Chicken Soup Of Soul.
1. Kesetiaan
Franz seorang pria yg sukses , di H-1 hari pernikahannya kekasihnya mengalami kecelakaan, kekasihnya berhasil diselamatkan. Tetapi hal mengerikan terjadi, kekasihnya mengidap penyakit AIDS karena tranfusi darah. Sebuah dilemma buat Franz untuk menikahi kekasihnya, tapi karena besarnya Cinta ( Frans anak tunggal ) tetap menikahi kekasihnya,
Ia tau ia tidak akan pernah memiliki keturunan bayangkan pernikahan tanpa hubungan suami istri ??? (kasus skrg saja banyak pasutri cerai karena masalah ini), tapi pasangan ini menjalaninya dengan bahagia tanpa ada keributan , Franz tetap menjalaninya dgn tulus penuh cinta tanpa ada rasa penyesalan,
Ia pun memperlakukan istrinya hampir seperti Ratu. 7 tahun usia pernikahnnya sampai istri tercintanya meninggal …Franz tetap setia. ( Ia memilih tidak menikah lagi ) …( Duda kaya … banyak gadis yg menyukainya, tapi The True Love kadang membuat seseorang menjadi aneh.
Kadang cinta sejati tidak memerlukan seks, ingatlah!!
2. Love is Amazing!
Kisah ini terjadi di beijing Cina … seorang gadis bernama Yo Yi Mei ….memiliki cinta terpendam terhadap teman karibnya di masa sekolah …Namun ia tidak pernah mengungkapkannya …Ia hanya selalu menyimpan di dlm hati berharap temannya bisa mengetahuinya sendiri …Tapi sayang temannya tak pernah mengetahuinya ..hanya menganggapnya sebagai sahabat ..tak lebih …
Suatu hari Yo Yi Mei mendengar bahwa sahabatnya akan segera menikah hatinya sesak. Tetapi ia tersenyum dan berkata dalam hatinya: “Aku berdoa agar kau bahagia” Sepanjang hari Yo Yi mei terlihat sedih. Ia menjadi tidak bersemangat menjalani hidup. Tapi dia selalu mendoakan kebahagiaan sahabatnya.
12 Juli 1994 sahabatnya memberikan contoh undangan pernikahannya yg akan segera di cetak kepada Yi mei …ia berharap Yi Mei akan datang …sahabatnya melihat Yi Mei yang menjadi sangat kurus dan tidak ceria bertanya: “Apa yg terjadi dengamu , kau ada masalah? Yi mei tersenyum semanis mungkin dan berkata: “Kau salah lihat aku tak punya masalah apa-apa. Wah contoh undangannya bagus ya”, kata Yi Mei.
Tapi aku lebih setuju jika kau pilih warna merah muda lebih lembut” Ia mengomentari rencana undangan sahabatnya.
Sahabatnya tersenyum dan berkata: “Oh ya …ummm aku akan menggantinya, terimakasih atas sarannya. Mei, aku harus pergi menemui calon istriku hari ini karena kami ada rencana melihat2 perabotan rumah, sampai jumpa lagi ya … daah ” Yi Mei tersenyum dan melambaikan tangan lalu Ia pulang dengan hati yg sakit sangat sakit.
18 Juli 1994 Yi Mei terbaring di rumah sakit. Ia mengalami koma , Yi Mei mengidap kanker darah stadium akhir. Kecil harapan Yi Mei untuk hidup semua organnya tidak berfungis lagi. Yang berfungsi hanya pendengaran, dan otaknya. Yang lain bisa dikatakan “mati ” dan semuanya memiliki alat bantu, hanya muzizat yg bisa menyembuhkannya.
Sahabatnya setiap hari menjenguknya … menunggunya …bahkan ia menunda pernikahannya. Baginya, Yi Mei adalah tamu penting dlm pernikahannya. Keluaga Yi Mei sendiri setuju memberikan “suntik mati ” untuk Yi Mei karena sudah tak tahan lagi melihat penderitaan Yi Mei.
10 Desember 1994 semua keluarga setuju besok 11 Desember 1994 Yi Mei akan disuntik mati dan semua keluarga sudah ikhlas. Hanya sahabat Yi Mei yg mohon diberi kesempatan berbicara yg terakhir. Lalu ia menatap Yi Mei yang dulu selalu bersamanya. Ia mendekat berbisik di telinga Yi Mei ” Mei apa kau ingat waktu kita mencari belalang, menangkap kupu2 ? kau tahu aku tak pernah lupa hal itu, dan apa kau ingat waktu disekolah waktu kita dihukum bersama gara2 kita datang terlambat, kita langganan kena hukum ya?
Apa kau ingat juga waktu aku mengejekmu kau terjatuh di lumpur saat kau ikut lomba lari, kau marah dan mendorongku hingga akupun kotor? Apakah kau ingat aku selalu mengerjakan PR di rumahmu ? Aku tak pernah melupakan hal itu Mei .. aku ingin kau sembuh … aku ingin kau bisa tersenyum seperti dulu.
Aku sangat suka lesung pipitmu yg manis kau tega meninggalkan sahabatmu ini? Tanpa sadar sahabat Yi Mei pun meneteskan air mata. Air matanya menetes membasahi wajah yi Mei. “Mei, kau tau ..kau sangat berarti untukku … Aku tak setuju kau disuntik mati rasanya aku ingin membawamu kabur dari rumah sakit ini. Aku ingin kau hidup, kau tahu kenapa ???
Karena aku sangat mencintaimu, aku takut mengungkapkan padamu, takut kau menolakku. Meskipun aku tahu kau tidak mencintaiku aku tetap ingin kau hidup. Aku ingin kau hidup, Mei tolonglah …dengarkan aku Mei … bangunlah … !! sahabatnya menangis, ia menggengam kuat tangan Yi Mei. Aku selalu berdoa Mei, aku berharap Tuhan memberikan keajaiban buatku. Yi Mei sembuh ..sembuh total ..aku percaya!!
“Bahkan kau tahu aku juga puasa agar doaku semakin didengar Tuhan. Mei aku tak kuat besok melihat pemakamanmu kau jahat kau sudah tak mencintaiku sekarang kau mau pergi. Aku sangat mencintaimu, aku menikah hanya ingin membuat dirimu tidak lagi dibayang-bayangi diriku sehingga.. kau bisa mencari pria yg selalu kau impikan. Hanya itu Mei, seandainya saja kau bilang kau mencintaiku, aku akan membatalkan pernikahanku. Aku tak peduli, tapi itu tak mungkin kau bahkan mau pergi dariku walau hanya sebagai sahabat.
Sahabat Yi mei mengecup pelan dahi Yi Mei, ia berbisik: “Aku sayang kamu, aku mencintaimu..” suaranya terdengar parau karena menangis. Dan apa yg terjadi? It’s amazing. “CINTA” bisa menyembuhkan segalanya, 7 jam setelah itu dokter menemukan tanda2 kehidupan dalam diri Yi Mei, jari tangan Yi Mei bisa bergerak, jantungnya, paru2nya, organ tubuhnya mulai bekerja.
Sungguh sebuah keajaiban , pihak medis menghubungi keluarga Yi Mei dan memberitahukan keajaiban yg terjadi.
dan sebuah mujizat lagi, masa koma lewat pada tgl 11 Des 1994. Pada 14 Des 1994 saat Yi Mei bisa membuka matanya dan berbicara, sahabatnya ada disana. Ia memeluk Yi Mei dan meneteskan air mata bahagia. Dokter sangat kagum dengan keajaiban yang terjadi pada Yi Mei.
Kata sahabatnya: “Aku senang kau bisa bangun, kau sahabatku yang terbaik”, lalu ia memeluk Yi Mei. Yi Mei tersenyum dan berkata: “Kau yang memintaku bangun, kau bilang kau mencintaiku. Tahukah kau bahwa aku selalu mendengar kata-kata itu? Aku berpikir bahwa aku harus berjuang untuk hidup. Lei, aku mohon jangan tinggalkan aku ya, aku sangat mencintaimu”, kata Yi Mei.
Lei memeluk Yi Mei dan berkata: “Aku sangat mencintaimu juga”.Lalu hari bahagia pun jatuh pada tgl 17 Februari 1995. Yi Mei & Lei menikah, hidup bahagia dan sampai dengan saat ini pasangan ini telah memiliki 1 orang anak laki–laki yg telah berusia 14 tahun. Kisah ini sempat gempar di Beijing, true love is amazing.
3. Istri yang gila
Dave yang harus menerima kenyataan Istrinya mengalami penyakit yg mengerikan sehingga membuat istrinya “Amnesia bahkan menjadi gila”. Sehingga ia pun harus meluangkan waktunya untuk bersama istrinya. Istrinya yang dulu ceria, baik, pengertian, sekarang telah menjadi gila.
Inin benar-benar membuatnya terpukul. Dave selalu berdoa berharap agar istrinya sembuh dan normal lagi. Suatu hari sepulang dari kerja, Dave melihat rumahnya berantakan dan sepertinya banyak anak kecil di rumahnya. Ia membereskan rumahnya itu tanpa berkata apapun. Sebenernya hari ini benar-benar hari yang sangat tidak menyenangkan baginya. Bagaimana tidak, di kantor dia dimarahi atasannya dengan kata-kata yang pedas, dan rekan-rekan sekantornya yang selalu menyindir dia memiliki istri gila. Sehingga teman-teman Dave mengolokinya banci dan impoten. Dave hanya diam, sebenarnya di dalam hatinya ia sedih. Namun ia tetap percaya istrinya akan sembuh.
Saat merapikan rumahnya di suatu hari, matanya tertuju pada sepucuk kertas yang sobek. Ia melihatnya dan ia terkaget melihat arsip penting yang merupakan salah satu perjanjian kontrak yang tersobek kecil-kecil. Melihat itu, Dave ingin berteriak lalu mencari istrinya, dan tanpa sadar ia memarahi habis-habisan istrinya yang sudah menyobek arsip kantornya.
Istrinya hanya menatapnya, diam dan tak berkata apapun. Dave memandang mata istrinya, mata coklatnya yang indah kini tampak berkaca-kaca. Dave pun berkata dalam hati: “Ya Tuhan apa yang telah aku lakukan, istriku sedang sakit dan kenapa aku begitu emosi. Kalau dia normal, dia tak akan melakukan hal sebodoh ini.
Dave memandang istrinya, lalu memeluknya. Katanya: “My dear forgive me”. Ia memeluk erat istrinya dan menghapus air mata istrinya. Mata istrinya berbinar melihat Dave tersenyum padanya. Sepanjang malam Dave pun menyesali perbuatannya. Istrinya yang sedang sakit, dia bahkan tidak mengetahui dirinya sendiri maupun Dave suaminya.
Dave berdoa kepada Tuhan agar menyembuhkan istrinya sebelum tidur, dan berharap Tuhan mengampuni kesalahannya. Keesokan paginya Dave bangun dan mulai melakukan hal yang seharusnya dilakukan perempuan. Saat ia mencuci piring, ia mendengar suara istrinya. “Dave..?” Dave menoleh dan ia melihat istrinya tersenyum padanya.
“Sayang, kau ingat siapa aku?” Dave, maafkan aku mungkin selama ini aku sungguh merepotkanmu”. Dave pun beranjak dari tempatnya dan memeluk istrinya, menciumnya, ia merasa sangat bahagia. “Tidak sayang, kau tidak merepotkan, aku sangat mencintaimu. Sangat mencintaimu”.
“Dave … ?”
Dave memeluk istrinya, istrinya pun memeluk erat Dace dan berbisik: “Aku sangat mencintaimu Dave”. Dave memeluk istrinya seerat mungkin, namun dirasakannya pelukan istrinya terlepas. Dave pun memanggilnya: “Sayang??”. Namun tak ada jawaban.. Dave melihat istrinya dan melihat istrinya terpejam dengan senyum di bibirnya. Wajahnya tenang dan… ia telah pergi.
Dave menangis dan berkata: “Sayang aku tetap mencintaimu, pergilah dengan tenang dengan membawa cintaku, membawa hatiku. Ia memeluk istrinya yang sudah tak bernyawa.. benar-benar pagi yang kelabu baginya. Hingga saat ini, Dave masih menetap di San Fransisco tetap sebagai Dave Wilson dengan status duda dan tak mau menikah, tak akan pernah menikah lagi.
Jangan pernah berhenti berbuat baik
Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu, menemukan bahwa di kantongnya hanya tersisa beberapa sen uangnya, dan dia sangat lapar. Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya. Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air.
Wanita muda tersebut melihat, dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah lapar, oleh karena itu ia membawakan segelas besar susu. Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudian bertanya, “berapa saya harus membayar untuk segelas besar susu ini ?” Wanita itu menjawab: “Kamu tidak perlu membayar apapun”. “Ibu kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk kebaikan” kata wanita itu menambahkan.
Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya dan berkata :” Dari dalam hatiku aku berterima kasih pada Anda.” Sekian belas tahun kemudian, wanita muda tersebut mengalami sakit yang sangat kritis. Para dokter di kota itu sudah tidak sanggup menanganinya. Mereka akhirnya mengirimnya ke kota besar, dimana terdapat dokter spesialis yang mampu menangani penyakit langka tersebut. Dr. Howard Kelly dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Pada saat ia mendengar nama kota asal si wanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada mata dokter Kelly.
Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumah sakit, menuju kamar si wanita tersebut. Dengan berpakaian jubah kedokteran ia menemui si wanita itu. Ia langsung mengenali wanita itu pada sekali pandang. Ia kemudian kembali ke ruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan nyawa wanita itu.
Mulai hari itu, Ia selalu memberikan perhatian khusus pada kasus wanita itu. Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh kemenangan. Wanita itu sembuh!. Dr. Kelly meminta bagian keuangan rumah sakit untuk mengirimkan seluruh tagihan iaya pengobatan epadanya untuk persetujuan. Dr. Kelly melihatnya, dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar tagihan, dan kemudian mengirimkannya ke kamar pasien. Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa ia tak akan mampu membayar tagihan tersebut walaupun harus dicicil seumur hidupnya.
Akhirnya Ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut, dan ada sesuatu yang menarik perhatiannya pada pojok atas lembar tagihan tersebut. Ia membaca tulisan yang berbunyi.. “Telah dibayar lunas dengan segelas besar susu..” tertanda, DR Howard Kelly.Air mata kebahagiaan membanjiri matanya. Ia berdoa: “Tuhan, terima kasih, bahwa cintamu telah memenuhi seluruh bumi melalui hati dan tangan manusia.”
Gaji papa berapa?
Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta
terkemuka di Jakarta , tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti
biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan
pintu untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.
“Kok, belum tidur ?” sapa Andrew sambil mencium anaknya.
Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga
ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.
Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah
menjawab, “Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?”
“Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?”
“Ah, enggak. Pengen tahu aja” ucap Sarah singkat.
“Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10
jam dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja.
Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji
Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?”
Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar
sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak
menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari
mengikutinya.
“Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,-untuk 10 jam, berarti satu jam Papa
digaji Rp. 40.000,- dong” katanya.
“Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur” perintah Andrew.
Tetapi Sarah tidak beranjak.
Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,Sarah kembali bertanya,
“Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak ?”
“Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini ?
Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah”.
“Tapi Papa….”
Kesabaran Andrew pun habis. “Papa bilang tidur !” hardiknya
mengejutkan Sarah. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.
Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di
kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati
sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya.
Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata,
“Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta
uang malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa.
Jangankan Rp.5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih” jawab Andrew
“Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan
kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini”.
“lya, iya, tapi buat apa ?” tanya Andrew lembut.
“Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga.
Tiga puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat
berharga.
Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada
Rp.15.000,- tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- maka
setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit tabunganku kurang Rp.5.000,
makanya aku mau pinjam dari Papa” kata Sarah polos.
Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil
itu erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan
harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk “membeli” kebahagiaan
anaknya.
” Bagi dunia kau hanya seseorang, tapi bagi seseorang kau adalah dunianya “
Sabtu, 14 Februari 2009
" Aku akan membopongmu setiap pagi sampai kita tua..."
didepan flat kami yang cuma berkamar satu.
Sahabat-sahabatku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar dari mobil.
Jadi kubopong ia memasuki rumah kami.
Ia kelihatan malu-malu. Aku adalah seorang pengantin pria yang sangat bahagia.
Ini adalah kejadian 10 tahun yang lalu.
Hari-hari selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air
bening. Kami mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha
dan berusaha untuk menghasilkan banyak uang. Begitu kemakmuran
meningkat, jalinan kasih diantara kami pun semakin surut. Ia adalah pegawai
sipil. Setiap pagi kami berangkat kerja bersama-sama dan sampai dirumah
juga pada waktu yang bersamaan.
Anak kami sedang belajar di luar negeri. Perkawinan kami kelihatan
bahagia. Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan
yang tidak kusangka-sangka.
Dew hadir dalam kehidupanku.
Waktu itu adalah hari yang cerah.
Aku berdiri di balkon dengan Dew yang sedang merangkulku. Hatiku
sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya. Ini adalah apartment yang
kubelikan untuknya.
Dew berkata , "Kamu adalah jenis pria terbaik yang menarik para gadis."
Kata-katanya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku. Ketika kami baru
menikah,istriku pernah berkata, "Pria sepertimu,begitu sukses,akan
menjadi sangat menarik bagi para gadis."
Berpikir tentang ini, Aku menjadi ragu-ragu. Aku tahu kalo aku telah
menghianati istriku. Tapi aku tidak sanggup menghentikannya. Aku
melepaskan tangan Dew dan berkata, "Kamu harus pergi membeli
beberapa perabot, O.K.?.Aku ada sedikit urusan dikantor"
Kelihatan ia jadi tidak senang karena aku telah berjanji menemaninya.
Pada saat tersebut, ide perceraian menjadi semakin jelas dipikiranku
walaupun kelihatan tidak mungkin. Bagaimanapun,aku merasa sangat
sulit untuk membicarakan hal ini pada istriku. Walau bagaimanapun
ku jelaskan, ia pasti akan sangat terluka. Sejujurnya,ia adalah seorang istri
yang baik. Setiap malam ia sibuk menyiapkan makan malam. Aku duduk
santai didepan TV. Makan malam segera tersedia. Lalu kami akan menonton TV sama-sama.
Atau aku akan menghidupkan komputer,membayangkan tubuh Dew. Ini adalah hiburan bagiku.
Suatu hari aku berbicara dalam guyon, "Seandainya kita bercerai,
apa yang akan kau lakukan? "
Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara. Kenyataannya ia
percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yang sangat jauh darinya.
Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan menghadapi kenyataan
jika tahu bahwa aku serius. Ketika istriku mengunjungi kantorku, Dew baru saja keluar dari ruanganku.
Hampir seluruh staff menatap istriku dengan mata penuh simpati dan berusaha untuk menyembunyikan segala sesuatu
selama berbicara dengan ia. Ia kelihatan sedikit kecurigaan. Ia berusaha
tersenyum pada bawahan-bawahanku. Tapi aku membaca ada kelukaan
di matanya.
Sekali lagi, Dew berkata padaku," He Ning, ceraikan ia, O.K.? Lalu
kita akan hidup bersama." Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak boleh ragu-ragu lagi.
Ketika malam itu istriku menyiapkan makan malam, ku pegang
tangannya,"Ada sesuatu yang harus kukatakan"
Ia duduk diam dan makan tanpa bersuara. Sekali lagi aku melihat ada luka
dimatanya. Tiba-tiba aku tidak tahu harus berkata apa. Tapi ia tahu kalo
aku terus berpikir.
"Aku ingin bercerai", ku ungkapkan topik ini dengan serius tapi tenang.
Ia seperti tidak terpengaruh oleh kata-kataku, tapi ia bertanya secara
lembut,"kenapa?" "Aku serius."
Aku menghindari pertanyaannya. Jawaban ini membuat ia sangat marah.
Ia melemparkan sumpit dan berteriak kepadaku,"Kamu bukan laki-laki!".
Pada malam itu, kami sekali saling membisu. Ia sedang menangis.
Aku tahu kalau ia ingin tahu apa yang telah terjadi dengan perkawinan kami.
Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan sebab hatiku
telah dibawa pergi oleh Dew.
Dengan perasaan yang amat bersalah, Aku menuliskan surat perceraian
dimana istriku memperoleh rumah, mobil dan 30% saham dari perusahaanku.
Ia memandangnya sekilas dan mengoyaknya jadi beberapa bagian..
Aku merasakan sakit dalam hati. Wanita yang telah 10 tahun hidup
bersamaku sekarang menjadi seorang yang asing dalam hidupku.
Tapi aku tidak bisa mengembalikan apa yang telah kuucapkan.
Akhirnya ia menangis dengan keras didepanku, dimana hal tersebut tidak
pernah kulihat sebelumnya. Bagiku, tangisannya merupakan suatu pembebasan untukku.
Ide perceraian telah menghantuiku dalam beberapa
minggu ini dan sekarang sungguh-sungguh telah terjadi.
Pada larut malam,aku kembali ke rumah setelah menemui klienku. Aku
melihat ia sedang menulis sesuatu. Karena capek aku segera ketiduran.
Ketika aku terbangun tengah malam, aku melihat ia masih menulis.
Aku tertidur kembali. Ia menuliskan syarat-syarat dari perceraiannya. Ia tidak
menginginkan apapun dariku,tapi aku harus memberikan waktu sebulan
sebelum menceraikannya,dan dalam waktu sebulan itu kami harus hidup
bersama seperti biasanya. Alasannya sangat sederhana:
Anak kami akan segera menyelesaikkan pendidikannya dan liburannya
adalah sebulan lagi dan ia tidak ingin anak kami melihat kehancuran rumah tangga kami.
Ia menyerahkan persyaratan tersebut dan bertanya," He Ning, apakah
kamu masih ingat bagaimana aku memasuki rumah kita ketika pada hari
pernikahan kita?"
Pertanyaan ini tiba-tiba mengembalikan beberapa kenangan indah kepadaku.
Aku mengangguk dan mengiyakan. "Kamu membopongku dilenganmu",
katanya, "Jadi aku punya sebuah permintaan, yaitu kamu akan tetap
membopongku pada waktu perceraian kita. Dari sekarang sampai akhir bulan
ini, setiap pagi kamu harus membopongku keluar dari kamar tidur ke pintu."
Aku menerima dengan senyum. Aku tahu ia merindukan beberapa kenangan
indah yang telah berlalu dan berharap perkawinannya diakhiri dengan suasana romantis.
Aku memberitahukan Dew soal syarat-syarat perceraian dari istriku.
Ia tertawa keras dan berpikir itu tidak ada gunanya. "Bagaimanapun trik
yang ia lakukan, ia harus menghadapi hasil dari perceraian ini,"
ia mencemooh. Kata-katanya membuatku merasa tidak enak.
Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak kukatakan
perceraian itu. Kami saling menganggap orang asing. Jadi ketika aku
membopongnya dihari pertama, kami kelihatan salah tingkah. Anak
kami menepuk punggung kami,"Wah, papa membopong mama, mesra
sekali" Kata-katanya membuatku merasa sakit.. Dari kamar tidur ke ruang
duduk, lalu ke pintu, aku berjalan 10 meter dengan ia dalam lenganku.
Ia memejamkan mata dan berkata dengan lembut," Mari kita mulai hari
ini,jangan memberitahukan pada anak kita."
Aku mengangguk, merasa sedikit bimbang.Aku melepaskan ia di pintu.
Ia pergi menunggu bus, dan aku pergi ke kantor.
Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah. Ia merebah di dadaku,kami
begitu dekat sampai-sampai aku bisa mencium wangi dibajunya. Aku
menyadari bahwa aku telah sangat lama tidak melihat dengan mesra wanita
ini. Aku melihat bahwa ia tidak muda lagi, beberapa kerut tampak di wajahnya.
Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, "Kebun diluar sedang dibongkar, hati-hati kalau kamu lewat sana."
Hari keempat,ketika aku membangunkannya,aku merasa kalau kami masih
mesra seperti sepasang suami istri dan aku masih membopong kekasihku
dilenganku. Bayangan Dew menjadi samar.
Pada hari kelima dan enam, ia masih mengingatkan aku beberapa hal,
seperti, dimana ia telah menyimpan baju-bajuku yang telah ia setrika,
aku harus hati-hati saat memasak,dll. Aku mengangguk. Perasaan kedekatan terasa semakin erat.
Aku tidak memberitahu Dew tentang ini.
Aku merasa begitu ringan membopongnya.Berharap setiap hari pergi
ke kantor bisa membuatku semakin kuat.
Aku berkata padanya, "Kelihatannya tidaklah sulit membopongmu sekarang"
Ia sedang mencoba pakaiannya, aku sedang menunggu untuk
membopongnya keluar. Ia berusaha mencoba beberapa tapi tidak bisa menemukan yang cocok.
Lalu ia melihat,"Semua pakaianku kebesaran".
Aku tersenyum.Tapi tiba-tiba aku menyadarinya sebab ia semakin kurus
itu sebabnya aku bisa membopongnya dengan ringan bukan disebabkan
aku semakin kuat. Aku tahu ia mengubur semua kesedihannya dalam
hati. Sekali lagi , aku merasakan perasaan sakit
Tanpa sadar ku sentuh kepalanya. Anak kami masuk pada saat tersebut.
"Pa,sudah waktunya membopong mama keluar"
Baginya,melihat papanya sedang membopong mamanya keluar menjadi
bagian yang penting. Ia memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya
dan merangkulnya dengan erat. Aku membalikkan wajah sebab aku takut
aku akan berubah pikiran pada detik terakhir.
Aku menyanggah ia dilenganku, berjalan dari kamar tidur, melewati ruang duduk ke teras.
Tangannya memegangku secara lembut dan alami. Aku menyanggah badannya dengan kuat
seperti kami kembali ke hari pernikahan kami. Tapi ia kelihatan
agak pucat dan kurus, membuatku sedih.
Pada hari terakhir,ketika aku membopongnya dilenganku, aku melangkah
dengan berat. Anak kami telah kembali ke sekolah. Ia berkata,
"Sesungguhnya aku berharap kamu akan membopongku sampai kita tua".
Aku memeluknya dengan kuat dan berkata "Antara kita saling tidak menyadari bahwa kehidupan kita begitu mesra".
Aku melompat turun dari mobil tanpa sempat menguncinya. Aku takut
keterlambatan akan membuat pikiranku berubah. Aku menaiki tangga.
Dew membuka pintu. Aku berkata padanya," Maaf Dew, Aku tidak ingin
bercerai. Aku serius". Ia melihat kepadaku, kaget. Ia menyentuh dahiku.
"Kamu tidak demam".
Kutepiskan tangannya dari dahiku "Maaf, Dew,Aku cuma bisa bilang
maaf padamu,Aku tidak ingin bercerai. Kehidupan rumah tanggaku
membosankan disebabkan ia dan aku tidak bisa merasakan nilai-nilai
dari kehidupan,bukan disebabkan kami tidak saling mencintai lagi.Sekarang
aku mengerti sejak aku membopongnya masuk ke rumahku, ia telah
melahirkan anakku. Aku akan menjaganya sampai tua. Jadi aku minta maaf
padamu"
Dew tiba-tiba seperti tersadar. Ia memberikan tamparan keras kepadaku
dan menutup pintu dengan kencang dan tangisannya meledak.
Aku menuruni tangga dan pergi ke kantor. Dalam perjalanan aku melewati
sebuah toko bunga, ku pesan sebuah buket bunga kesayangan istriku.
Penjual bertanya apa yang mesti ia tulis dalam kartu ucapan?
Aku tersenyum, dan menulis " Aku akan membopongmu setiap pagi
sampai kita tua..."
Rabu, 11 Februari 2009
Yang tidak boleh dilakukan di luar negeri
Di Yunani, gesture mengangkat tangan dengan telapak tangan menghadap ke depan disebut juga sebagai moutza. Di jaman dulu, para penjahat di Yunani di arak keliling jalan dengan wajah yang dihitamkan untuk mengindikasikan bahwa mereka malu atas perbuatannya.
Jika mereka beruntung, wajah mereka dikotori dengan arang, jika tidak, apakah yang akan mengotori muka mereka ?? Ya, kotoran pembuangan dari anus, wajah mereka akan dilumuri dengan benda tersebut, dan karena untuk membersihkan muka orang tersebut dilakukan oleh orang lain dengan mengusap wajahnya, maka gesture tersebut menjadi suatu tanda penghinaan.
2. Jangan Mengacungkan Jempol ke Atas Di Timur Tengah
Tidak hanya di Timur Tengah, gesture ini juga merupakan gesture yang ofensif di beberapa Negara di Afrika Barat dan Amerika Selatan. Trus apa arti gesture tersebut ?? Lagi-lagi berhubungan dengan Anus.
Bila anda mengacungkan jempol anda ke atas ke seseorang, berarti anda ingin memasukkan jempol anda tersebut ke anus orang tersebut.
3. Jangan Menghabiskan Makanan Jamuan Untuk Anda Di China, Thailand dan Filipina
Pada saat menjamu seseorang, hal yang paling penting adalah menyajikan makanan yang lezat untuk tamu undangan. Namun di beberapa Negara, yang paling penting adalah makanan yang disediakan tersebut cukup untuk porsi sang tamu.
Dengan menghabiskan semua makanan jamuan untuk anda, anda mengungkapkan kekecewaan anda kepada si tuan rumah bahwa makanan yang disajikan kepada anda sangat sedikit dan tidak cukup untuk mengenyangkan anda.
4. Jangan Memberi Bunga dengan Jumlah Genap Di Russia
Di Russia, bunga dalam jumlah genap hanya diberikan pada saat pemakaman. Memberikan bunga dalam jumlah genap berarti anda mengharapkan orang yang menerima bunga tersebut segera meninggal, So, jangan pernah memberikan bunga dalam jumlah genap pada gadis Russia yang sedang anda taksir, kecuali bila gadis tersebut beraliran gothic atau menganut agama pemuja setan
5. Jangan Memberi Hadiah dengan Tangan Kiri Di Hampir Semua Negara
Pada beberapa Negara, melakukan suatu perbuatan dengan tangan kiri merupakan perbuatan yang dianggap kotor. Hal ini dikarenakan tangan kiri adalah tangan yang digunakan untuk membersihkan sisa-sisa kotoran yang dikeluarkan ketika anda sedang buang air besar.
6. Jangan Memberi Tanda “OK” dengan Jari Anda Di Brazil
Di Brazil, tanda “OK” secara kasar mempunyai kesamaan arti dengan gesture ketika anda mengacungkan jari tengah anda.
Salah satu insiden yang paling terkenal adalah ketika Presiden Amerika Serikat, Richard Nixon mengunjungi Brazil. Ketika ia baru saja turun dari pesawat, ia mengangkat kedua tangannya dan memberi gesture “OK”.
Senin, 26 Januari 2009
Pesan untuk bumi kita....
Aku mengalami banyak masalah kesehatan, terutama masalah ginjal karena aku minum sangat sedikit air putih.
Aku fikir aku tidak akan hidup lama lagi. Sekarang, aku adalah orang yang paling tua di lingkunganku, Aku teringat disaat aku berumur 5 tahun semua sangat berbeda, masih banyak pohon di hutan dan tanaman hijau di sekitar, setiap rumah punya halaman dan taman yang indah, dan aku sangat suka bermain air dan mandi sepuasnya.
Sekarang, kami harus membersihkan diri hanya dengan handuk sekali pakai yang di basahi dengan minyak mineral.
Sebelumnya, rambut yang indah adalah kebanggaan semua perempuan. Sekarang, kami harus mencukur habis rambut untuk membersihkan kepala tanpa menggunakan air.
Sebelumnya, ayahku mencuci mobilnya dengan menyemprotkan air langsung dari keran ledeng. Sekarang, anak-anak tidak percaya bahwa dulunya air bisa digunakan untuk apa saja.
Aku masih ingat seringkali ada pesan yang mengatakan: "JANGAN MEMBUANG BUANG AIR"
Tapi tak seorangpun memperhatikan pesan tersebut. Orang beranggapan bahwa air tidak akan pernah habis karena persediaannya yang tidak terbatas. Sekarang, sungai, danau, bendungan dan air bawah tanah semuanya telah tercemar atau sama sekali kering. Pemandangan sekitar yang terlihat hanyalah gurun-gurun pasir yang tandus. Infeksi saluran pencernaan, kulit dan penyakit saluran kencing sekarang menjadi penyebab kematian nomor satu. Industri mengalami kelumpuhan, tingkat pengangguran mencapai angka yang sangat dramatik. Pekerja hanya dibayar dengan segelas air minum per harinya.Banyak orang menjarah air di tempat-tempat yang sepi. 80% makanan adalah makanan sintetis. Sebelumnya, rekomendasi umum untuk menjaga kesehatan adalah minum sedikitnya 8 gelas air putih setiap hari. Sekarang, aku hanya bisa minum setengah gelas air setiap hari.
Sejak air menjadi barang langka, kami tidak mencuci baju, pakaian bekas pakai langsung dibuang, yang kemudian menambah banyaknya jumlah sampah.
Kami menggunakan septic tank untuk buang air, seperti pada masa lampau, karena tidak ada air.
Manusia di jaman kami kelihatan menyedihkan: tubuh sangat lemah; kulit pecah-pecah akibat dehidrasi; ada banyak koreng dan luka akibat banyak terpapar sinar matahari karena lapisan ozon dan atmosfir bumi semakin habis. Karena keringnya kulit, perempuan berusia 20 tahun kelihatan seperti telah berumur 40 tahun.
Para ilmuwan telah melakukan berbagai investigasi dan penelitian, tetapi tidak menemukan jalan keluar. Manusia tidak bisa membuat air. Sedikitnya jumlah pepohonan dan tumbuhan hijau membuat ketersediaan oksigen sangat berkurang, yang membuat turunnya kemampuan intelegensi generasi mendatang.
Morphology manusia mengalami perubahan... yang menghasilkan/ melahirkan anak-anak dengan berbagai masalah defisiensi, mutasi, dan malformasi. Pemerintah bahkan membuat pajak atas udara yang kami hirup: 137 m3 per orang per hari. [31.102 galon]
Bagi siapa yang tidak bisa membayar pajak ini akan dikeluarkan dari "kawasan ventilasi" yang dilengkapi dengan peralatan paru-paru mekanik raksasa bertenaga surya yang menyuplai oksigen. Udara yang tersedia di dalam "kawasan ventilasi" tidak berkulitas baik, tetapi setidaknya menyediakan oksigen untuk bernafas.Umur hidup manusia rata-rata adalah 35 tahun.
Beberapa negara yang masih memiliki pulau bervegetasi mempunyai sumber air sendiri. Kawasan ini dijaga dengan ketat oleh pasukan bersenjata. Air menjadi barang yang sangat langka dan berharga, melebihi emas atau permata.
Disini ditempatku tidak ada lagi pohon karena sangat jarang turun hujan. Kalaupun hujan, itu adalah hujan asam.Tidak dikenal lagi adanya musim. Perubahan iklim secara global terjadi di abad 20 akibat efek rumah kaca dan polusi.
Kami sebelumnya telah diperingatkan bahwa sangat penting untuk menjaga kelestarian alam, tetapi tidak ada yang peduli. Pada saat anak perempuanku bertanya bagaimana keadaannya ketika aku masih muda dulu, aku menggambarkan bagaimana indahnya hutan dan alam sekitar yang masih hijau. Aku menceritakan bagaimana indahnya hujan, bunga, asyiknya bermain air, memancing di sungai, dan bisa minum air sebanyak yang kita mau. Aku menceritakan bagaimana sehatnya manusia pada masa itu.
Dia bertanya: - Ayah ! Mengapa tidak ada air lagi sekarang ?
Aku merasa seperti ada yang menyumbat tenggorokanku. ..
Aku tidak dapat menghilangkan perasaan bersalah, karena aku berasal dari generasi yang menghancurkan alam dan lingkungan dengan tidak mengindahkan secara serius pesan-pesan pelestarian. .. dan banyak orang lain juga !. Aku berasal dari generasi yang sebenarnya bisa merubah keadaan, tetapi tidak ada seorangpun yang melakukan. Sekarang, anak dan keturunanku yang harus menerima akibatnya, Sejujurnya, dengan situasi ini kehidupan di planet bumi tidak akan lama lagi punah, karena kehancuran alam akibat ulah manusia sudah mencapai titik akhir.
Aku berharap untuk bisa kembali ke masa lampau dan meyakinkan umat manusia untuk mengerti apa yang akan terjadi... Pada saat itu masih ada kemungkinan dan waktu bagi kita untuk melakukan upaya menyelamatkan planet bumi ini !
Tolong Kirim surat ini ke semua teman dan kenalan anda, walaupun hanya berupa pesan, kesadaran global dan aksi nyata akan pentingnya melestarikan air dan lingkungan harus dimulai dari setiap orang.
Persoalan ini adalah serius dan sebagian sudah menjadi hal yang nyata dan terjadi di sekitar kita.
Lakukan untuk anak dan keturunan mu kelak
AIR DAN
BUMI UNTUK MASA DEPAN
Dokumen ini dipublikasi di majalah "Crónica de los Tiempos" April 2002.
SAVE OUR EARTH
mengharukan... makna I Love You
Tapi tunggu dulu, dengarkan cerita Celena, gadis kecil yang mengenal arti cinta yang indah dan tak terlupakan sepanjang hidupnya. Celena adalah gadis kecil berusia 10 tahun, sedang beranjak dewasa, dan selalu ceria. Ayah dan ibunya adalah team yang selalu kompak. Bisa dikatakan pasangan serasi yang selalu penuh cinta.
Setiap detik dan menit mereka tak pernah berhenti mengungkapkan perasaan betapa mereka sangat mencintai pasangannya, dan putri kecilnya. Kecupan manis bertebaran di mana-mana. Seringkali pasangan ini ditanya oleh temannya, "apakah kalian tidak bosan selalu mengatakan cinta satu sama lain?","Memangnya kalian tidak pernah ketemu setiap hari?","Seperti baru pacaran saja","Sok romantis!","Menjijikkan", dan lain sebagainya.
Celena terbiasa dengan ungkapan cinta yang selalu diucapkan ayah dan ibunya, sampai suatu waktu ia terngiang-ngiang perkataan yang selalu dilontarkan teman-teman ayah dan ibunya. Pernah juga Celena dicibir teman-temannya tentang hal itu. Sampai suatu pagi, Celena duduk diam di meja makan tanpa berkomentar dan tak menyentuh sarapan paginya. Ketika Ayah dan ibunya bertanya Celena hanya diam.
Ia kemudian mengambil tasnya dan bergegas berangkat ke sekolah. Ibu Celena mengejarnya, "Celena, ada yang tertinggal sayang". Celena berhenti sejenak, ibunya mengulurkan bekal sarapan yang tadi tak disentuhnya, "Ini bekalnya, Ibu mencintaimu Celena", saat ibu Celena ingin mencium kening Celena tiba-tiba Celena berteriak, "Ibu, kenapa sih selalu bilang Ibu cinta aku? Aku tau ibu sayang aku, tapi tidak bisakah ibu berhenti mengucapkan hal itu? Aku bosan bu! Aku malu!" Celena berlari menuju sekolahnya. Ibunya hanya terdiam meneteskan air mata dan berbisik, "Ibu sayang kamu Celena."
Hari itu rupanya hari terakhir Celena bertemu dengan ibunya, Celena tak pernah tahu bahwa ibunya menderita kanker selama ini. Keceriaan dan semangat cinta ibunya menutup semua rasa sakit yang dirasakan ibu Celena.
Ayah Celena memeluk dan menghapus air mata yang menetes di pipi Celena. Ia kemudian bertanya, "Celena mengapa bersedih? coba apa yang dikatakan ibumu tadi pagi?", dengan terisak Celena menjawab, "Ibu mencintaiku ayah." Ayahnya yang masih memeluknya dengan tersenyum berkata, "beruntunglah kita Celena, saat terakhir ibu meninggal di pelukan ayah, ia juga mengatakan hal yang sama, dan ayah tak pernah menyesal, karena selama ini ayah sempat mengatakan hal yang paling indah untuk ibu, bahwa ayah mencintainya."
Celena menghapus air matanya dan kembali tersenyum. Selagi ayahnya masih ada di sampingnya, Celena berkata, "Ayah, aku mencintaimu." Dan seterusnya Celena sering mengatakan cinta pada ayahnya, tanpa rasa malu, tanpa rasa ragu, hanya perasaan sungguh-sungguh dan ketulusan.
Sekarang, masihkah kalimat "Aku mencintaimu" menjijikkan bagi Anda? Jangan pernah ragu mengatakan kepada semua orang yang Anda cintai bahwa Anda mencintainya. Karena kalimat itu sungguh berarti jika Anda tulus mengucapkannya.
so sweet..... ^^
> memandikanmu ...
> sebagai balasannya ... kau menangis sepanjang malam.
>
> Waktu kamu berumur 2 tahun, dia mengajarimu
> bagaimana cara
> berjalan ..
> sebagai balasannya ... kamu kabur waktu dia
> memanggilmu
> Waktu kamu berumur 3 tahun, dia memasak semua
> makananmu dengan
> kasih sayang ... sebagai balasannya ... kamu buang
> piring berisi
> makananmu ke lantai
> Waktu kamu berumur 4 tahun, dia memberimu
> pensil warna ...
> sebagai balasannya ... kamu corat coret tembok rumah
> dan meja makan
> Waktu kamu berumur 5 tahun, dia membelikanmu
> baju-baju mahal dan
> indah..sebagai balasannya ... kamu memakainya
> bermain di kubangan lumpur
> Waktu berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi
> ke sekolah ... sebagai
> balasannya ... kamu berteriak "NGGAK MAU ...!"
> Waktu berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola
> ... sebagai
> balasannya ..kamu melemparkan bola ke jendela
> tetangga
> Waktu berumur 8 tahun, dia memberimu es krim
> ... sebagai
> dalasann ya ..kamu tumpahkan dan mengotori seluruh
> bajumu
> Waktu kamu berumur 9 tahun, dia membayar mahal
> untuk
> kursus-kursusmu ..sebagai balasannya ... kamu sering
> bolos dan sama
> sekali nggak mau belajar
>
>
>
> Waktu kamu berumur 10 tahun, dia mengantarmu
> kemana saja, dari
> kolam renang sampai pesta ulang tahun ... sebagai
> balasannya ... kamu
> melompat
> keluar mobil tanpa memberi salam
> Waktu kamu berumur 11 tahun, dia mengantar
> kamu dan temen-temen
> kamu kebioskop ... sebagai balasannya ... kamu minta
> dia duduk di
> barisan lain
> Waktu kamu berumur 12 tahun, dia melarangmu
> melihat acara tv
> khusus untuk orang dewasa ... sebagai balasannya ...
> kamu tunggu
> sampai dia keluar rumah
> Waktu kamu berumur 13 tahun, dia menyarankanmu
> untuk memotong
> rambut karena sudah waktunya ..sebagai balasannya..
> kamu bilang dia
> tidak tahu mode
> Waktu kamu berumur 14 tahun, dia membayar
> biaya untuk kemahmu
> selama liburan ... sebagai balasannya ... kamu nggak
> pernah menelponnya.
> Waktu kamu berumur 15 tahun, pulang kerja dia
> ingin memelukmu ...
> sebagai balasannya ... kamu kunci pintu
> kamarmu
> Waktu kamu berumur 16 tahun, dia mengajari
> kamu mengemudi mobil
> ...sebagai balasannya ... kamu pakai mobilnya setiap
> ada kesempatan tanpa
> mempedulikan kepentingannya
> Waktu kamu berumur 17 tahun, dia sedang
> menunggu telpon yang
> penting .. sebagai balasannya ... kamu pakai telpon
> nonstop semalaman,
> waktu kamu berumur 18 tahun, dia menangis
> terharu ketika kamu
> lulus SMA.. sebagai balasannya ... kamu berpesta
> dengan teman-temanmu
> sampai pagi
>
> Waktu kamu berumur 19 tahun, dia membayar
> semua kuliahmu dan
> mengantarmu
> ke kampus pada hari pertana ... sebagai
> balasannya ... kamu minta
> diturunkan jauh dari pintu gerbang biar nggak
> malu sama
> temen-temen.
>
> Waktu kamu berumur 20 tahun, dia bertanya
> "Darimana saja
> seharian ini?".. sebagai balasannya ... kamu
> menjawab "Ah, cerewe t
> amat sih, pengen tahu urusan orang."
> Waktu kamu berumur 21 tahun, dia menyarankanmu
> satu pekerjaan
> bagus untuk karier masa depanmu ... sebagai
> balasannya ... kamu bilang
> "Aku nggak mau
> seperti kamu."
> Waktu kamu berumur 22 tahun, dia memelukmu dan
> haru waktu kamu lulus
> perguruan tinggi ... sebagai balasanmu ...
> kamu nanya kapan kamu
> bisa main ke luar negeri
> Waktu kamu berumur 23 tahun, dia membelikanmu
> 1 set furniture
> untuk rumah
> barumu ... sebagai balasannya ... kamu
> ceritain ke temanmu
> betapa jeleknya furniture itu
> Waktu kamu berumur 24 tahun, dia bertemu
> dengan tunanganmu dan
> bertanya
> tentang rencana di masa depan ... sebagai
> balasannya ... kamu
> mengeluh
> "Aduh gimana sih kok bertanya seperti itu."
> Waktu kamu berumur 25 tahun, dia membantumu
> membiayai
> pernikahanmu ..
> sebagai balasannya ... kamu pindah ke kota
> lain yang jaraknya
> lebih dari 500 km.
> Waktu kamu berumur 30 tahun, dia memberimu
> nasehat bagaimana merawat
> bayimu ... sebagai balasannya ... kamu katakan
> "Sekarang
> jamannya sudah beda."
> Waktu kamu berumur 40 tahun, dia menelponmu
> untuk memberitahu
> pesta salah
> satu saudara dekatmu ... sebagai balasannya
> kamu jawab "Aku
> sibuk sekali,
> nggak ada waktu."
>
> Waktu kamu berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan
> sehingga
> memerlukan perawatanmu ... sebagai balasannya ...
> kamu baca tentang
> pengaruh negatif orang tua yang numpang tinggal di
> rumah anaknya
>
> dan hingga SUATU HARI, dia meninggal dengan
> tenang ... dan
> tiba-tiba kamu
> teringat semua yang belum pernah kamu lakukan,
> ... dan itu
> menghantam
> HATIMU bagaikan pukulan godam
>
> MAKA ..
> JIKA ORANGTUAMU MASIH ADA .. BERIKANLAH KASIH
> SAYANG DAN
> PERHATIAN LEBIH DARI YANG PERNAH KAMU BERIKAN SELAMA
> INI
> JIKA ORA NG TUAMU SUDAH TIADA ... INGATLAH
> KASIH SAYANG DAN
> CINTANYA YANG TELAH DIBERIKANNYA DENGAN TULUS TANPA
> SYARAT KEPADAMU
so sweet...
>
> Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula.
> Mengertilah,bersabarlah sedikit terhadap aku.
>
> Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa
> bagaimana mengikat
> sepatu,
> ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.
>
> Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang
> sesuatu yang telah bosan
> kau deng ar, bersabarlah mendengarkan, jangan
> memutus pembicaraanku.
> Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita
> yang telah
> beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tidur.
>
> Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan
> marah padaku.
> Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara
> untuk membujukmu
> mandi?
>
> Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tehnologi
> dan hal-hal baru,
> jangan mengejekku.
> Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab
> setiap "mengapa"
> darimu.
>
> Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang
> masih kuat untuk
> memapahku.
> Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan
> waktu masih kecil.
>
> Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita,
> berilah aku waktu untuk
> mengingat.
> Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah
> penting, asalkan kau
> disamping mendengarkan, aku sudah sangat puas.
>
> Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah
> berduka.
> Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku
> menghadapimu ketika kamu mulai
> belajar menjalani kehidupan.
> Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani
> kehidupan ini,
> sekarang temani aku menjalankan sisa hidupku.
>
> Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan
> senyum penuh rasa
> syukur, dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak
> terhingga untukmu.
>
> From,
> your dad & mom
Sabtu, 17 Januari 2009
Selasa, 13 Januari 2009
Kalau Ditilang, Minta aja Slip Biru!
Biru.
Polisi Lalulintas itu punya 2 slip. Slip Merah dan Slip Biru. Kalau Slip Merah, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan dan mau membela diri secara hukum. Kalau kita dapat Slip Merah, berarti kita akan disidang. Dan SIM kita harus kita ambil di pengadilan setempat.
Tapi ngerti sendiri kan prosesnya? Nguantri yg panjang bgt. Belom
lagi calo2 yang bejibun. Tetapi kalau Slip Biru kita mengakui kesalahan
kita dan bersedia membayar denda. kita tinggal transfer dana ke nomer rekening tertentu (BNI kalo ga salah).
Abis gitu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan SIM kita di kapolsek terdekat dimana kita ditilang. Misalnya, kita ditilang di Perempatan Mampang-Kuningan, kita tinggal ambil SIM kita di Polsek Mampang.
Dan denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya itu tidak melebihi Rp. 50.000,- dan dananya Resmi, masuk ke Kas Negara. Jadi, kalau ada Polantas yang sampe minta undertable Rp. 75.000,- atau Rp. 100.000,- Biasanya di Bunderan HI arah Imam Bonjol tuh, (sorry) but it's Bu**S**t!
Masuk kantong sendiri.
Trust me guys, I've been doing this before. Waktu kena tilang di Bundaran Kebayoran (Ratu Plaza). Saya memotong garis marga. Karena dari arah senopati sebelumnya saya berfikir untuk ke arah Senayan, tetapi di tengah jalan saya berubah pikiran untuk lewat sudirman saja.
Dan saya memotong jalan. Saya berhenti di lampu merah arah sudirman. Dan tiba-tiba Seorang polisi menghampiri dan mengetok kaca mobil. Dia tanya, apa saya tau kesalahan saya? Ya saya bilang nggak tau. Trus dia bilang kalau saya memotong Garis Marga. Saya cuman bilang, masa sih pak? saya nggak liat. Maafin deh pak. Tapi dia ngotot meminta SIM saya. Alhasil saya harus berhenti sejenak untuk bernegosiasi. Dia meminta Rp. 70.000,-. Dengan alasan, kawasan itu adalah Kawasan Tertib Lalulintas. "Nyetir sambil nelfon aja ditilang mbak!". Dia bilang gitu. Saya kembali ke mobil, dan berbicara sama teman saya yang kebetulan menemani perjalanan saya. Teman saya bilang, "Udah kasih aja Rp. 20.000,- kalo ga mau loe minta Slip Biru aja". Dengan masih belum tau apa itu Slip Biru, saya kembali menghampiri pak polisi sambil membawa uang pecahan Rp. 20.000,-. "Pak, saya cuman ada segini."
Si polisi dengan arogannya berkata, "Yaahh.. segitu doang sih buat beli kacang juga kurang mbak". Sambil tertawa melecehkan dengan teman2nya sesama `Polisi Penjaga`.
"Ya udah deh pak, kalo gitu tilang aja. Tapi saya minta Slip yang warna Biru ya pak!". Seketika saya melihat raut wajah ketiga polisi itu berubah. Dan dengan nada pelan salah satu temannya itu membisikkan, tapi saya masih mendengar karna waktu itu saya berada di dalam pos. "Ya udah, coba negoin lagi, kalo ga bisa ga papalah. Penglaris, Mangsa Pertama. Hahahaha..." .
Sambil terus mencoba ber-nego. Akhirnya saya yang menjadi pemenang dalam adu nego tersebut. Dan mereka menerima pecahan Rp. 20.000,- yang saya tawarkan dan mengembalikan SIM saya. Dalam perjalanan, teman saya baru menjelaskan apa itu Slip Biru.
So, kalo ditilang. Minta Slip Biru aja ya! Kita bisa membayangkan dong, bagaimana wajah sang polantas begitu kita bilang, "Saya tilang aja deh pak, Saya mengaku salah telah menerobos lampu merah.Tolong Slip Biru yah!". Pasti yang ada dalam benak sang polisi "Yaahh... ngga jadi panen deh gue..."
Rahasia selebritis menurunkan berat badan pasca melahirkan
Catherine Zeta-Jones
Berat badan aktris Hollywood ini bertambah 23kg ketika hamil anak pertamanya, Dylan. Zeta-Jones terkenal sebagai penganut diet ’rendah karbohidrat dan tinggi protein’ untuk membantu menghilangkan kelebihan bobotnya. Ia juga percaya bahwa mengatur porsi makan bisa mengurangi berat tubuh, selain itu aktris cantik ini juga meminta jasa ahli gizi untuk membantunya mengatur jumlah kalori untuk setiap makanan yang akan dikonsumsinya. Sebagai penunjang gaya hidup sehatnya, ia memilih makanan rendah lemak seperti ikan dan sayuran serta minum banyak air putih dan cukup istirahat.
Uma Thurman
Pemeran utama film Kil Bill ini pernah bermasalah dengan bobot tubuh pasca melahirkan tahun 2002 yang lalu. Ia lalu meminta bantuan ahli gizi dan menyewa pelatih pribadi untuk membuat tubuhnya kembali langsing. Setiap hari ia menyantap makanan yang disesuaikan dengan kebutuhan kalorinya. Menu makanannya diatur oleh penyedia jasa makanan sehat untuk diet, yang memang banyak terdapat di hollywood. Kombinasi antara menu makanan yang diatur dan pelatih pribadi terbukti berhasil menghilangkan kelebihan bobotnya sebanyak 12kg dalam enam minggu.
Kate Hudson
Bintang-bintang papan atas Hollywood tidak pernah memperdulikan berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk menghilangkan kelebihan berat badan akibat kehamilan. Setelah melahirkan putranya, Ryder, Kate Hudson menyewa dua pelatih pribadi untuk membantu menghilangkan bobotnya yang naik 28kg semasa hamil. Meski ia mengakui bahwa latihan yang dijalaninya berat, ia tetap berlatih 2-3 jam setiap hari, enam hari per minggu. Program dietnya terdiri dari sedikit saja makanan berlemak dan mengkonsumsi makanan berprotein tinggi serta membatasi makanan berkarbohidrat seperti biji-bijian atau gandum serta beberapa macam buah-buahan. Latihan intensif serta diet yang dijalaninya telah mengembalikan bobot normalnya dalam waktu empat bulan.
Debra Messing
Atris Hollywood ini baru saja menyandang status sebagai ibu setelah melahirkan putranya, Roman. Namun berbeda dengan aktris Hollywood lainnya, ia tidak melakukan usaha diet apa pun pada tiga bulan pertama kecuali tetap menyusui bayinya. Ia menyadari bahwa ini mungkin hal paling baik untuknya juga bayinya, sebab menyusui bisa membakar 3000 kalori per hari. Terbukti, dengan menyusui ia membuang kelebihan bobot sebanyak 15kg sejak melahirkan dan sekarang aktris cantik ini meminta bantuan pelatih fitnes serta menjalani diet untuk menjaga tubuhnya tetap langsing.
Arzeti Bilbina
Selain rasa bahagia karena kehadiran putra pertamanya, Bagas, top model asal Indonesia ini harus berjuang menghilangkan kenaikan berat badan sebanyak 33 kg. Untuk membuat tubuhnya kembali normal, Arzeti melakukan olahraga dan mengurangi porsi makan. Menyadari bahwa usaha itu membutuhkan waktu yang lama, ia meminta bantuan profesional dari sebuah pusat pelangsingan tubuh untuk mempercepat penurunan bobotnya. Dari posisi 71 kg, beratnya kini sudah mencapai 60 kg setelah menjalani perawatan di tempat tersebut selama 3 minggu. Kini ia bahkan ditunjuk menjadi juru bicara dari pusat pelangsingan tubuh asal Swiss ini.
Meskipun cara yang ditempuh para selebritis di atas terbilang cepat dan efektif, namun biaya yang dikeluarkan juga tidak sedikit. Cara yang efektif bagi para ibu yang ingin mengembalikan berat badan pasca melahirkan seharusnya adalah dengan menjadikan program penurunan berat tadi sebagai bagian dari gaya hidup yang di dalamnya termasuk olahraga serta diet.
Walau menjalani diet, tentu saja perlu diperhatikan asupan nutrisi yang memang diperlukan tubuh. Selama menyusui, pastikan makanan yang dikonsumsi memenuhi kebutuhan kalori minimal sebanyak 1800 setiap harinya.
Tetaplah realistik dan bersabar dalam menurunkan berat badan. Jika dibutuhkan waktu 9 bulan untuk mencapai suatu berat, maka dibutuhkan waktu yang sama untuk kembali ke berat semula.
Senin, 12 Januari 2009
KETIKA AKU SUDAH TUA
>
> Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula.
> Mengertilah,bersabarlah sedikit terhadap aku.
>
> Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa
> bagaimana mengikat
> sepatu,
> ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.
>
> Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang
> sesuatu yang telah bosan
> kau deng ar, bersabarlah mendengarkan, jangan
> memutus pembicaraanku.
> Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita
> yang telah
> beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tidur.
>
> Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan
> marah padaku.
> Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara
> untuk membujukmu
> mandi?
>
> Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tehnologi
> dan hal-hal baru,
> jangan mengejekku.
> Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab
> setiap "mengapa"
> darimu.
>
> Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang
> masih kuat untuk
> memapahku.
> Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan
> waktu masih kecil.
>
> Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita,
> berilah aku waktu untuk
> mengingat.
> Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah
> penting, asalkan kau
> disamping mendengarkan, aku sudah sangat puas.
>
> Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah
> berduka.
> Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku
> menghadapimu ketika kamu mulai
> belajar menjalani kehidupan.
> Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani
> kehidupan ini,
> sekarang temani aku menjalankan sisa hidupku.
>
> Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan
> senyum penuh rasa
> syukur, dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak
> terhingga untukmu.
>
> From,
> your dad & mom
Sabtu, 10 Januari 2009
Makin Lama Dipanggang, Pizza Makin Sehat
Rahasianya ada pada waktu pemanggangan adonan yang lebih lama dan dengan temperatur lebih tinggi dari pemanggangan pizza pada umumnya. Hasilnya, pizza yang dihasilkan akan meningkatkan kadar antioksidan yang berguna untuk melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Dalam risetnya, tim peneliti melihat efek yang dihasilkan pada berbagai jenis cara pemanggangan. Mereka memasak dua jenis adonan pizza yang berasal dari gandum, yang dibuat dari dua jenis varietas tepung pada temperatur 204 - 285 derajat celcius. Selain itu dicoba pula hasil pizza jika dimasak pada beberapa waktu pemanggangan, mulai dari 7-14 menit. Adonan pizza juga dicek apakah memiliki kandungan antioksidan.
Ternyata kadar antioksidan meningkat hingga 60 persen jika pemanggangan dilakukan lebih lama dan meningkat 82 persen jika dipanggang dalam temperatur tinggi, tergantung pada jenis tepung. Selain itu, adonan pizza yang dibiarkan selama 48 jam untuk fermentasi juga akan memiliki kadar antioksidan lebih tinggi.
Meski begitu, ahli gizi dari Inggris menyarankan agar orang lebih banyak mengonsumsi buah dan sayur sebagai sumber antioksidan daripada memperbanyak pizza. "Dengan makan pizza, kemungkinan orang untuk menjadi gemuk tetap tinggi karena orang pasti menyantap pizza dengan tambahan keju dan daging," katanya.
Frekuensi detak jantung menggambarkan disipilin diri
Dr. Segerstrom dan Dr. Lisa Solberg Nes membuat hipotesa bahwa ragam frekuensi detak jantung seseorang dapat berperan dalam kekuatan pengendalian diri. Ragam frekuensi detak jantung dikendalikan oleh sistem saraf parasimpatis yang bertindak sebagai penghambat sistem saraf simpatis yang bertanggung jawab dalam memicu respon takut terhadap ketinggian.
Segerstrom dan Nes meneliti 168 mahasiswa universitas dengan meminta mereka melakukan puasa selama 3 jam. Kemudian para mahasiswa diberikan sepiring wortel, kue kering coklat hangat, dan permen cokelat. Beberapa di antara mereka diminta untuk hanya memakan kue dan permen, sementara yang lain diminta untuk hanya memakan wortel.
Kemudian partisipan dalam penelitian tersebut diminta memecahkan sebuah serial anagram yang beberapa dianataranya sebenarnya tidak dapat dipecahkan.
Ragam detak jantung meningkat lebih tinggi pada mahasiswa yang hanya memakan wortel dibandingkan mereka yang memakan kue dan permen, hal ini menunjukkan bahwa mereka memberikan olah raga bagi ‘otot’ pengendalian dirinya. Dan mereka yang hanya memakan wortel lebih cepat menyerah dalam memecahkan anagram, yang menunjukkan bahwa mereka telah menggunakan kekuatan pengendalian diri yang lebih banyak selama tugas makan yang diberikan kepada mereka.
Orang yang menunjukkan ragam frekuensi detak jantung dalam penelitian tersebut juga bertahan lebih lama dalam uji angram.
Ketikakeletihan fisik terjadi, otot kita selalu memberitahukan, namun kita tidak pernah mengetahui tanda-tanda berkurangnya kekuatan pengendalian diri, ujar Dr. Segerstrom.
Tidak mungkin orang berjalan-jalan keluar dengan menggunakan monitor detak jantung untuk mengetahui kerentanannya terhadap berbagai pemicu, namun cara seperti itu dapat sangat membantu bagi orang yang memiliki masalah berat dalam pengendalian diri, misalnya pencandu alkohol atau perokok berat.
Mungkin kita dapat memperkuat ‘otot’ pengendalian diri dengan melakukan latihan fisik yang dapat meningkatkan kebugaran otot jantung dan dengan melatih otak untuk mendorong orang melakukan sesuatu yang sebenarnya enggan mereka lakukan secara rutin.
Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa usaha pengendalian diri dapat memperkuat kekuatan diri. “ Dalam satu sisi, ia bagaikan otot, yang semakin dilatih maka akan semakin kuat,” ujar Dr. Segerstrom.
